Wednesday, 22 May 2013

Indonesia Kalahkan Amerika. Pionering Setinggi 67 Meter, Bendera 1.000 Meter Persegi


BALIKPAPAN - Bendera Merah Putih 25 x 40 meter atau berukuran 1.000 meter persegi berkibar dengan gagahnya di atas ‘menara bambu” setinggi 67 meter di Pantai Lamaru, Balikpapan, Selasa (21/5) kemarin. Persembahan super-megah yang disiapkan dalam 10 hari untuk menyambut Hari Kebangkitan Nasional ini, memecahkan rekor dunia dan tercatat dalam Record Holders Republic (RHR) yang bermarkas di Inggris.
Rekor pioneering sebelumnya dipegang Amerika Serikat dengan ketinggian 40 meter dan waktu pengerjaan 15 hari. Kini, pionering Indonesia berhasil mengalahkan Amerika. Pemecahan rekor itu dilakukan di Kota Minyak, Balikpapan. Untuk diketahui, kehebatan “menara bambu” tersebut, dibangun tanpa paku, namun dengan simpul tali dan kombinasi penahan beban.

Acara pengibaran Merah-Putih raksasa itu, digelar sekitar pukul 11.30 Wita. Awalnya, 5.000 lebih peserta upacara serta para pejabat yang hadir dibuat kagum ketika Sang Saka berukuran 9 x 5 meter diarak dari arah laut, sekitar 150 meter lepas pantai secara maraton menuju pantai. Bendera itu dibawa oleh 17 penyelam. Angka 17 dipilih menyesuaikan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia.


[Image: indonesia-kalahkan-amerika.jpg]


Selanjutnya, di pantai sudah ada bendera berukuran 25 x 40 meter yang dibawa oleh 45 orang. Bendera tersebut satu persatu dikaitkan dengan tali dan terus ditarik naik ke “menara bambu” dengan dikawal 8 petugas yang posisinya dibagi di dasar sampai puncak menara. Angka 8 dan 45, dipilih menyesuaikan bulan dan tahun Indonesia merdeka.

Setelah bendera terpasang sempurna, dalam hitungan detik, bendera yang saat itu masih tergulung dibuka dan dibentangkan menutupi ribuan orang yang hadir dalam acara tersebut. Embusan angin pantai, dibuat makin cepat dengan bantuan helikopter TNI AD. Angin baling-baling helikopter, mempercepat pembentangan bendera.

Setelah 15 menit terbentang, bendera raksasa itu lalu diturunkan. Untuk diketahui, butuh 1.200 batang bambu untuk membuat menara tersebut. Tali untuk merangkainya pun sangat banyak, hingga seberat 2 ton. Dan dibutuhkan 350 orang untuk mendirikannya.

Bendera seberat 270 kilogram itu dibuat di Jawa, dan didatangkan dengan Garuda Indonesia dari Jakarta Senin (20/5).

Air mata haru tak kuasa dibendung Supriadi, Ketua panitia sekaligus inisiator acara “Berkibarlah Benderaku” ini.

“Seluruh elemen pemuda Indonesia bersatu bersama-sama membangkitkan jiwa patriotisme dan bela negara. Itu luar biasa,” ungkapnya.

Diketahui, beberapa relawan yang terlibat yakni Search and Rescue (SAR) Hidayatullah, Saka Bhayangkara Balikpapan, PMI Balikpapan, Gafatar, JMPN, RACANA Unmul, Slanker Balikpapan, kelompok nelayan, Pramuka, PMR, pondok pesantren As-Syifa, unsur TNI, dan kepolisian. Ada pula STIS Hidayatullah, MA Hidayatullah, SMK Hidayatullah Samarinda, dan PPDI Kaltim.

Usai pengibaran bendera raksasa, penghargaan atas pemecahan rekor dunia diserahkan oleh Halim Sugiarto selaku Vice President RHR kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, lantas diserahkan kepada Supriadi.

Halim mengatakan, acara tersebut sukses dan berhasil memecahkan rekor dunia. “Penghargaannya berdasarkan human achievement, yaitu upaya manusia untuk menciptakan sesuatu dengan upaya yang sangat keras dan unik. Berbeda dengan rekor dunia seperti manusia terjangkung atau orang memiliki jari 15, termasuk ayam berkaki empat," tuturnya. (*/rsh/che/k1)
Read more »

0 Respon:

Post a Comment

Terimakasih telah Berkunjung , Jangan Lupa Berkomentar ya !~
NB : NO SARA

Copyright © Super Siimple 2010

Template By Nano Yulianto